MAKALAH
FUNGI
(JAMUR)
BOTANI
TUMBUHAN RENDAH
Bayu Hari Mukti, S.Hut..
M.Si
Disusun oleh:
Ikhsan
Saputra
|
NPM
|
3061524025
|
Pahyaton
|
NPM
|
3061524026
|
Norjannah
|
NPM
|
3061524050
|
Yunie
Cahya Kamaliyah
|
NPM
|
3061524051
|
SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU
REPUBLIK INDONESIA
BANJARMASIN
2016
Daftar Isi
Cover
|
|||||||||||||
Daftar
Isi
|
!!!-!v
|
||||||||||||
BAB
I PENDAHULUAN
|
|||||||||||||
A
|
Latar
Belakang
|
1
|
|||||||||||
B
|
Rumusan
Masalah
|
1
|
|||||||||||
C
|
Tujuan
|
1
|
|||||||||||
BAB
II PEMBAHASAN
|
|||||||||||||
A
|
Pengertian
Fungi
|
2
|
|||||||||||
B
|
Sifat-sifat
Umum Fungi
|
2
|
|||||||||||
C
|
Ciri
Khusus yang di Miliki Fungi
|
3
|
|||||||||||
1
|
Bagian
atau Struktur Sel Fungi
|
3
|
|||||||||||
2
|
Cara
Hidup dan Habitat Fungi
|
4
|
|||||||||||
a
|
Saprofit
|
5
|
|||||||||||
b
|
Parasit
|
6
|
|||||||||||
c
|
Mutual
|
7
|
|||||||||||
3
|
Cara
Fungi Memperoleh Makanan dan Nutrisi
|
7
|
|||||||||||
4
|
Cara
Reproduksi Fungi
|
9
|
|||||||||||
a
|
Cara
Reproduksi Fungi Berdasarkan Gametnya
|
9
|
|||||||||||
b
|
Macam-macam
spora reproduksi fungi
|
12
|
|||||||||||
D
|
Klasifikasi
Fungi
|
14
|
|||||||||||
1
|
Oomycota
|
14
|
|||||||||||
2
|
Zygomycota
|
15
|
|||||||||||
3
|
Ascomycota
|
16
|
|||||||||||
4
|
Basidiomycota
|
18
|
|||||||||||
5
|
Deutereomycota
|
19
|
|||||||||||
E
|
Assosiasi
Kehidupan Jamur atau Simbiotic
|
19
|
|||||||||||
1
|
Lichenes ( Lumut Kerak )
|
19
|
|||||||||||
2
|
Mikorhyza
|
20
|
|||||||||||
Ektomikoriza
|
21
|
||||||||||||
Ektendomikoriza
|
21
|
||||||||||||
Endomikoriza
|
22
|
||||||||||||
3
|
Keuntungan
tumbuhan dengan adanya Mikoriza
|
23
|
|||||||||||
F
|
Manfaat
dan Peranan Jamur Bagi Kehidupan Manusia
|
25
|
|||||||||||
1
|
Peranan
Jamur yang Menguntungkan
|
25
|
|||||||||||
2
|
Peranan
Jamur Yang Merugikan
|
25
|
|||||||||||
G
|
Berbagai
Penyakit yang disebabkan oleh Jamur pada Manusia
|
26
|
|||||||||||
1
|
Tinea capitis
|
26
|
|||||||||||
2
|
Maduromycosis
|
27
|
|||||||||||
3
|
Coccidioidomycosis
|
27
|
|||||||||||
4
|
Sporotrichosis
|
28
|
|||||||||||
5
|
Otomycosis
|
28
|
|||||||||||
6
|
Nocardiosis
|
29
|
|||||||||||
7
|
Panu
|
29
|
|||||||||||
8
|
Blastomikosis
|
30
|
|||||||||||
9
|
Tinea
Favosa
|
30
|
|||||||||||
10
|
Tinea
barbae
|
31
|
|||||||||||
11
|
Tinea
cruris
|
31
|
|||||||||||
12
|
Infeksi
candida
|
32
|
|||||||||||
13
|
Tinea
circinata atau Tinea corporis
|
32
|
|||||||||||
BAB
III PENUTUP
|
|||||||||||||
A
|
Kesimpulan
|
33
|
|||||||||||
B
|
Saran
|
33
|
|||||||||||
Daftar
Pustaka
|
v
|
||||||||||||
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kata fungi mungkin akan
selalu kita maknai sebagai cendawan, yaitu organisme yang pendek, seperti
serbuk atau spons, tubuhnya berwarna-warni, dan tumbuh di atas tanah
seperti tumbuhan. Meskipun cendawan adalah organisme yang umum kita sebut
sebagai jamur (jamur yang sebenarnya), dan sebagian besar jamur tersebut
terlihat hidup di atas tanah, tetapi kata fungi memiliki makna yang
lebih luas. Fungi didefinisikan sebagai kelompok organisme eukariotik, tidak berpindah
tempat (nonmotile), bersifat uniselular atau multiselular, memiliki
dinding sel dari glukan, mannan, dan kitin, tidak berklorofil, memperoleh
nutrien dengan menyerap senyawa organik, serta berkembang biak secara
seksual dan aseksual.
Di
alam ada sekitar 100.000 jenis fungi yang sudah dikenal dan lebih dari
1.000 jenis baru yang berhasil dideskripsikan oleh para ahli setiap
tahunnya. Bahkan mungkin masih ada sekitar 200.000 jenis lain yang sampai
saat ini belum ditemukan atau dideskripsikan. Sementara itu, kegiatan
manusia dalam mengeksploitasi alam berpeluang mengancam keberlangsungan
hidup organisme tersebut. Perusakan hutan hujan tropis yang hampir terjadi
setiap hari atau perusakan habitat fungi yang lain tidak diragukan lagi
berpotensi membawa jenis-jenis organisme berspora tersebut kepada
kepunahan, bahkan sebelum mereka sempat ditemukan dan dipelajari oleh para
ahli.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dirumuskan beberapa masalah tentang latar belakang Fungi :
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dirumuskan beberapa masalah tentang latar belakang Fungi :
1. Apa Pengertian dari
Fungi?
2. Bagaimana sistem Reproduksi Fungi?
3. Bagaimana Ciri-ciri pada Fungi?
4. Bagaimana Sistem Klasifikasi pada fungi?
5. Bagaimana Cara Hidup Fungi?
2. Bagaimana sistem Reproduksi Fungi?
3. Bagaimana Ciri-ciri pada Fungi?
4. Bagaimana Sistem Klasifikasi pada fungi?
5. Bagaimana Cara Hidup Fungi?
C.
Tujuan
Berdasarkan
rumusan masalah di atas maka penulis dapat memahami tujuan dari penyusunan Makalah
ini adalah :
1. Untuk
mengetahui Pengertian dari Fungi.
2. Untuk mengetahui Ciri-ciri pada Fungi.
3. Untuk
mengetahui Reproduksi Fungi
4. Untuk
mengetahui bagaimana sistem pengklasifikasian
pada fungi.
5. Untuk
mengetahui Cara Hidup Fungi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Fungi
Fungi adalah nama regnum dari
sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang
mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke
dalam sel-selnya. Kalangan ilmuwan kerap menggunakan istilah cendawan sebagai sinonim bagi
Fungi.
Awam menyebut sebagian besar anggota Fungi
sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun
seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya
sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan
adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali
berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak).
Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara : dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah.
Ilmu yang mempelajari fungi
disebut mikologi (dari akar kata Yunani μυκες,
"lendir", dan λογοσ, "pengetahuan",
"lambang").
B. Sifat-sifat Umum Fungi
Fungi memiliki
beberapa sifat umum, yaitu :
1.
hidup di tempat-tempat yang lembab, sedikit asam, dan
tidak begitu memerlukan cahaya matahari.
2.
Fungi tidak berfotosintesis, sehingga
hidupnya bersifat heterotrof.
3.
Fungi hidup dari senyawa-senyawa organik
yang diabsorbsi dari organisme lain.
4.
Fungi yang prinsip nutrisinya adalah heterotrof (Tidak
bisa membuat makanan sendiri ) menyebabkannya memiliki kemampuan hidup
sebagai pemakan sampah (saprofit) maupun sebagai penumpang yang mencuri
makanan dari inangnya (parasit).
C. Ciri Khusus yang Di miliki Fungi
Setelah
kalian memahami sifat-sifat umum jamur, sekarang kita akan mulai membahas
sifat-sifat yang lebih khusus, yang disebut ciri-ciri Fungi. Ciri-ciri
fungi yang akan kita bahas meliputi sebagai berikut :
1. Bagian atau Struktur Sel Fungi
Dilihat dari struktur tubuhnya, Fungi memiliki ciri-ciri yang
berguna untuk mengenal apakah suatu organisme
merupakan Fungi atau bukan. Organisme yang
termasuk Fungi bisa terdiri atas satu sel maupun terdiri atas
banyak sel. Fungi yang bersel tunggal (uniseluler), misal adalah
ragi (Saccharomyces cerevisiae).
Sedangkan Fungi yang tubuhnya bersel banyak (multiseluler) bisa
berupa Fungi mikroskopis maupun Fungi makroskopis. Fungi mikroskopis
adalah Fungi yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop, karena
memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil.
Contoh Fungi mikroskopis multiseluler adalah Aspergillus sp. dan Penicillium sp.
Fungi multiseluler
juga ada yang bersifat makroskopis, mudah diamati dengan mata telanjang,
yang berukuran besar. Contoh Fungi makroskopis adalah jamur
merang (Volvariella valvacea)
dan jamur kuping (Auricularia polytricha).
Fungi memiliki
bentuk tubuh bervariasi, ada yang bulat,
bulat telur, maupun memanjang. Pada Fungi bersel banyak
(multiseluler) banyak terdapat deretan sel yang membentuk benang, disebut hifa. Pada Fungi yang sifat
hidupnya parasit, hifa mengalami modifikasi, disebut haustoria. Haustoria merupakan organ untuk menyerap makanan
dari substrat tempat hidup Fungi, dan organ ini memiliki kemampuan
untuk menembus jaringan substrat Beberapa jaringan hifa akan membentuk miselium. Miselium merupakan tempat
pembentukan spora dan juga sebagai alat reproduksi serta alat
untuk mendapatkan makanan. Hifa juga bisa membentuk struktur yang
disebut badan buah. Badan buah
merupakan kumpulan hifa yang muncul dari dalam tanah atau kayu yang lapuk.
Badan buah dijumpai pada kelompok jamur tertentu.
2. Cara Hidup dan Habitat Fungi
Cara hidup Fungi bervariasi, ada yang hidup secara
soliter dan ada yang hidup berkelompok (membentuk koloni). Pada
umumnya Fungi hidup secara berkelompok atau berkoloni, karena hifa
dari jamur tersebut saling bersambungan atau berhubungan. Cara
hidup ini dijumpai misalnya pada jamur tempe (Rhizopus oryzae), jamur roti (Mucor mucedo), dan Aspergillus flavus.
Jadi, kalau kalian melihat Fungi tersebut yang nampak adalah
koloninya, sedangkan individu yang menyusunnya berukuran sangat kecil.
Habitat Fungi juga bermacam-macam.
Berbagai Fungi hidup di tempat-tempat yang basah, lembab, di
sampah, pada sisa-sisa organisme, atau di dalam tubuh organisme lain.
Bahkan banyak pula jenis-jenis jamur yang hidup pada organisme atau
sisa-sisa organisme
di
laut atau air tawar. Fungi juga dapat hidup di lingkungan asam,
misalnya pada buah yang asam, atau pada pada lingkungan dengan konsentrasi
gula yang tinggi, misalnya pada selai. Bahkan, Fungi yang hidup
bersimbiosis dengan ganggang (lumut kerak), dapat hidup di habitat ekstrim
dimana organisme lain sulit untuk bertahan hidup, seperti di daerah gurun,
gunung salju, dan di kutub.
Seperti makhluk hidup
yang lain, jamur juga punya cara hidup tersendiri. Berdasarkan cara hidupnya,
jamur dibedakan menjadi 3 kelompok, saprofit, parasit, dan mutual. :
a.
Saprofit
Jamur saprofit memperoleh
makanannya dari sisa-sisa organisme yang sudah mati. Ia tidak akan menyerap
makanan dari organisme yang masih hidup. Jamur saprofit banyak dijumpai pada
serasah daun, ranting atau batang yang membusuk, kertas, tumpukan jerami, atau
tempat lembab lainnya. Jamur saprofit di alam berperan sebagai pengurai
(dekomposer) utama. Jamur ini membantu penguraian sampah organik sehingga bumi
kita tidak Seimbang.
|
Gambar 6. Jamur
Tiram ( Saprofti )
|
b.
Parasit
parasit adalah jamur yang menyerap makanan dari
organisme yang ditumpanginya. Sifat parasit ini masih dapat dibedakan lagi
menjadi parasit obligat dan parasit fakultatif. Fungsi parasit obligat adalah jamur yang hanya
bisa hidup sebagai parasit. Bila ia berada di luar inangnya, maka ia akan
mati. Contohnya adalah Pneumonia carinii (parasit
pada paru-paru penderita AIDS), Epidermophyton
floocosum (penyebab
penyakit kaki atlet), dan Ustilago maydis
(jamur parasit pada tanaman jagung). Perhatikan Gambar 6.
|
|
Sedangkan fungsi parasit
fakultatif adalah jamur yang di samping hidup parasit, ia juga bisa
hidup sebagai saprofit. Fungi tersebut akan bersifat parasit ketika
mendapatkan hospes. Fungi memiliki kemampuan hidup yang sangat
mengesankan. Fungi juga dapat hidup pada suhu sekitar
22 oC – 30 oC Bahkan ada beberapa jenis jamur yang
dapat tumbuh dengan subur pada temperatur sekitar
-5 oC Fungi juga dapat hidup pada tempat
yang mengandung gula atau garam. Dan sifat umum lainnya
adalah Fungi mampu memanfaatkan berbagai bahan makanan untuk memenuhi keperluan
hidupnya, tetapi tidak dapat menggunakan senyawa karbon anorganik, seperti
halnya bakteri.
c.
Mutual
Jamur mutual hidup dengan menyerap makanan dari
inangnya tapi juga memberikan manfaat. Contohnya jamur yang bersimbiosis dengan
ganggang yang membentuk lumut kerak (lichen). Jamur membantu ganggang
untuk menyerap air dan mineral dari lingkungan, sedangkan ganggang akan
memasakknya dan membaginya dengan si jamur. Silahkan sobat temukan contoh
jamur mutal lainnya.
|
Gambar 8. Lumut Kerak Litchens
|
3.
Cara
Fungi Memperoleh Makanan dan Nutrisi.
Fungi bersifat heterotrof, artinya
tidak dapat menyusun atau mensintesis makanan sendiri. Fungi tidak
memiliki klorofil, sehingga tidak bisa
berfotosintesis. Fungi hidup dengan memperoleh makanan dari
organisme lain atau dari materi organik yang sudah mati. Untuk memenuhi
kebutuhan makanannya, Fungi dapat hidup secara saprofit, parasit,
dan simbiotik.
Kebanyakan Fungi adalah bersifat saprofit.
Fungi tersebut memperoleh makanannya dari materi organik yang sudah mati
atau sampah. Untuk memperoleh makannya, hifa Fungi mengeluarkan
enzim pencernaan, yang dapat merombak materi organik, menjadi
materi yang sederhana (anorganik) sehingga mudah diserap oleh Fungi.
Fungi payung, ragi (Saccharomyces
cerevisiae), dan jamur tempe (Rhizopus oryzae) termasuk dalam kelompok
fungi ini.
Beberapa jenis Fungi, ada yang mendapatkan makanannya
langsung dari tubuh inangnya. Fungi tersebut hidup sebagai parasit
yang menyerang tumbuhan, biasanya mempunyai hifa khusus, yang
disebut haustoria. Bentuk hifa tersebut dapat menembus sel inang
dan menyerap zat makanan yang dihasilkan inang. Fungi parasit tersebut sering
menimbulkan penyakit pada tanaman, sehingga di bidang
pertanian menyebabkan penurunan hasil panen.Pada manusia, Fungi juga menyebabkan penyakit,
misalnya penyakit kaki atlit (athlete’s foot) dan penyakit panu.
Beberapa jenis Fungi ada yang membentuk hubungan
simbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan. Dalam hal ini, Fungi
menyediakan materi organik bagi tumbuhan dan sebaliknya, Fungi
memperoleh materi organik dari tumbuhan. Selain itu beberapa jenis Fungi
ada juga yang bersimbiosis dengan ganggang hijau (Chlorophyta) atau ganggang hijau-biru (Cyanobacteria) membentuk lumut kerak atau Lichens. Perhatikan
Gambar 9.
4.
Cara
Reproduksi Fungi
Cara reproduksi Fungi sangat bervariasi. Meskipun
demikian, reproduksi Fungi umumnya terjadi dalam 2 cara, yaitu secara
seksual (perkembangbiakan generatif ) dan secara aseksual
(perkembangbiakan vegetatif ). Perkembangbiakan Fungi secara
generatif adalah perkembangbiakan yang diawali dengan peleburan gamet
(sel-sel kelamin), yang didahului dengan penyatuan 2 hifa yang berbeda,
yang disebut konjugasi.
a.
Berdasarkan gametnya, proses ini dapat
dikelompokkan sebagai isogami,
anisogami, oogami, gametangiogami, somatogami, dan spermatisasi. Perhatikanlah
Gambar 10. Dibawah ini berdasarkan gametnya :
Isogami yaitu
peleburan 2 gamet yang sama bentuk dan ukuran nya, bila gamet-gamet
tersebut tidak sama ukurannya disebut anisogami. Apabila peleburan 2 gamet
tersebut yang berbeda adalah bentuk dan ukurannya, maka disebut oogami. Pada oogami, ovum yang
dihasilkan dalam oogoium dibuahi oleh spermatozoid yang dibentuk
dalam anteridium. Sedangkan yang disebut dengan gametangiogami adalah bila peleburan isi 2 gametangium yang
berbeda jenisnya tersebut menghasilkan zigospora.
Pada somatogami, yang
terjadi yaitu peleburan 2 sel hifa. Dua sel hifa yang tidak
berdeferensiasi inti selnya berpasangan, kemudian terbentuk hifa diploid
yang selanjutnya akan dibentuk askospora. Sedangkan
spermatisasi yaitu peleburan antara spermatium (gamet jantan) dengan
gametangium betina (hifa) yang kemudian berkembang membentuk hifa baru
(diploid) dan menghasilkan askospora.
Seperti halnya reproduksi seksual, reproduksi aseksual juga
dapat terjadi melalui beberapa cara. Cara reproduksi yang paling
sederhana adalah dengan pembentukan tunas (budding) yang biasa terjadi
pada jamur uniseluler, misalnya ragi (Saccharomyces
cerevisiae). Perhatikan Gambar 11.
Pada
reproduksi dengan cara ini, jamur membentuk semacam sel berukuran kecil
yang kemudian tumbuh menjadi sel ragi dengan ukuran sempurna yang akhirnya
terlepas dari sel induknya menjadi individu baru. Selain dengan
tunas, reproduksi aseksual juga dapat terjadi dengan fragmentasi dan spora
aseksual. Fragmentasi adalah pemotongan bagian-bagian hifa dan setiap
potongan tersebut dapat tumbuh menjadi hifa baru. Reproduksi jamur secara
fragmentasi diawali dengan terjadinya pemisahan hifa dari sebuah miselium.
Selanjutnya hifa tersebut akan tumbuh dengan sendirinya menjadi miselium
baru.
Pada kondisi
tertentu, hifa akan terdegeneralisasi menjadi sporangia (penghasil spora
aseksual). Cara reproduksi aseksual yang lain adalah dengan spora yang
disebut spora aseksual. Spora
aseksual adalah spora yang dihasilkan dari pembelahan secara mitosis.
Pembentukan spora aseksual pada jamur terjadi melalui spora yang
dihasilkan oleh hifa tertentu. Spora tersebut merupakan sebuah sel
reproduksi yang dapat tumbuh langsung menjadi jamur. Hal ini mirip dengan
perkecambahan biji pada tumbuhan tingkat tinggi.
b.
Macam-macam
spora reproduksi pada fungi.
Seperti biasa cara reproduksi
fungi ada dua macam seperti yang sudah di jelaskankan diatas ada yang secara
seksual dan aseksual begitu pula jenis spora sesuai reproduksinya fungi :
1)
Pada
jamur dikenal beberapa jenis spora aseksual sebagai berikut:
a) Sporangiospora
Sporangiospora adalah spora bersel satu yang dihasilkan di kantong sporangium pada ujung hifa. Sporangiospora sendiri terbagi menjadi dua yaitu yang bisa bergerak (zoospora) dan yang tidak besa bergerak (aplanospora)
Sporangiospora adalah spora bersel satu yang dihasilkan di kantong sporangium pada ujung hifa. Sporangiospora sendiri terbagi menjadi dua yaitu yang bisa bergerak (zoospora) dan yang tidak besa bergerak (aplanospora)
b) Konidiospora
Konidiospora adalah konidium yang terbentuk pada ujung hifa. Ada yang bersel satu yang disebutmikrokonidium dan bersel banyak yang disebut makrokonidium.
Konidiospora adalah konidium yang terbentuk pada ujung hifa. Ada yang bersel satu yang disebutmikrokonidium dan bersel banyak yang disebut makrokonidium.
c)
Arthospora
Spora bersel satu yang terbentuk karena ada hifa yang terputus.
Spora bersel satu yang terbentuk karena ada hifa yang terputus.
d)
Klamidospora
Spora bersel satu yang sangat tahan terhadap kondisi buruk. Janis spora ini memiliki dinding sel yang sangat tebal.
Spora bersel satu yang sangat tahan terhadap kondisi buruk. Janis spora ini memiliki dinding sel yang sangat tebal.
e)
Blastospora
Merupakan tunas atau kuncup pada sel-sel khamir.
Merupakan tunas atau kuncup pada sel-sel khamir.
2)
Mirip dengan aseksual, jenis spora
seksual juga ada beberapa macam
a)
Askospora
Merupakan spora sel tunggal yang dihasilkan pada kantung yang diesebut dengan askus.
Merupakan spora sel tunggal yang dihasilkan pada kantung yang diesebut dengan askus.
b)
Basidiospora
Merupakan spora seksual yang terbentuk pada struktur yang berbentuk sepertil basil yang disebut basidium.
Merupakan spora seksual yang terbentuk pada struktur yang berbentuk sepertil basil yang disebut basidium.
c)
Zygospora
Adalah spora berdinding tebal yang terbentuk karena ada ujung-ujung hifa yang serasi yang dinamakan gametangia
Adalah spora berdinding tebal yang terbentuk karena ada ujung-ujung hifa yang serasi yang dinamakan gametangia
d)
Oospora
Merupakan spora yang terbentuk dari pertemuan anatara gamet betina (oogonium) dan gamet jantan (anteridium) sehingga menghasilkan oosfer yang nantinya akan menghasilkan oospora.
Merupakan spora yang terbentuk dari pertemuan anatara gamet betina (oogonium) dan gamet jantan (anteridium) sehingga menghasilkan oosfer yang nantinya akan menghasilkan oospora.
D.
Klasifikasi Fungi
Berdasarkan hifa serta cara berkembangbiak, jamur
dikelompokkan menjadi Lima Subdivisio yaitu (O-Z-A-B-D) kini menurut Whitaker
Oomycotina di golongkan Kingdom Protista, yakni :
1.
OOMYCOTINA
Ciri-ciri Oomycota antara lain:
Ciri-ciri Oomycota antara lain:
a.
Hifa tidak bersekat.
b.
Berkembangbiak secara seksual
melalui pembentukan zoospora hasil peleburan gamet jantan dan gamet betina.
c.
Berkembangbiak secara aseksual
dengan membentuk spora berflagel yang disebut zoospora.
d.
Contoh subdivisi Oomycota yaitu Phytoptora
menyerang tanaman kentang , tembakau ,
kelapa, tembakau , kelapa.
e.
Pythium membuat rebah semai pada
tanaman dengan menyerang akar dan Saprolegnia menyerang kulit ikan.
Pada Klasifikasi Modern (Whitaker 1969) Sub divisio Oomycota/Oomycotina ini kemudian diambil dalam kelompok Kingdom Protista sehingga tidak dimasukkan Fungi.
2. ZYGOMICOTA/ ZYGOMYCOTINA
Ciri-ciri
subdivisi Zygomycota yaitu:
a.
Hifa tidak bersekat
b.
Hidup di darat, di atas tanah, atau
pada tumbuhan dan hewan yang telah membusuk
c.
Ciri khas dari kelas ini ialah
terbentuknya spora istirahat yang disebut zigospora yang terdapat dalam zigosporangium
dan dihasilkan dari persatuan dua gametangia (kopulasi
gametangium/gametangiogami).
f.
Berkembangbiak secara
seksual melalui pembentukan zigospora sebagai hasil peleburan hifa (+) dan
hifa (-) merupakan spora istirahat memiliki dinding tebal secara aseksual menggunakan spora dalam spongarium /konidum :
Konidiospora
Contohnya
adalah :
1)
Rhizopus oligosporus
2)
Rhizopus Stolonifer (
Jamur Tempe)
a) Jamur tempe digunakan dalam pembuatan tempe.
a) Jamur tempe digunakan dalam pembuatan tempe.
b)
Reproduksi Rhizopus stolonifer dapat terjadi secara seksual dan aseksual.
3)
Pilobolus speciosa
a)
P.
speciosa adalah salah satu jamur yang biasa hidup
pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi.
b)
Jamur ini tidak dapat bereproduksi
tanpa adanya bantuan cahaya.
c)
Jamur ini menunjukkan respon
positif terhadap cahaya.
4)
Rhizopus nigricans (Jamur
Roti )
a)
Jika roti yang lembab disimpan
ditempat yang hangat dan gelap, beberapa hari kemudian akan tampak jamur tumbuh
diatasnya.
b)
Pada roti akan tumbuh bulatan
hitam, yang disebut Sporangium.
3. ASCOMICOTINA/ASCOMYCOTA
Ciri-ciri
subdivisi Ascomycota antara lain:
a.
Hifa bersekat
b. Jamur
yang ber-askus (kantung yang
berbentuk gada, silinder atau bulat) dimana
askus ini untuk pembentukan spora secara
miosis ,
dengan produk sporanya disebut : askospora
c. Askus-askus
dapat terbentuk dalam suatu badan buah yang disebut askokarp.
e. Dinding
sel mengandung glukan dan selulose, tidak mengandung khitin.
f.
bentuk ada yang uniseluler dan
multiseluler
g.
hidup ada yang bersifat parasit dan
ada juga yang bersifat saprofit.
h. Reproduksi
secara seksual secara
oogami dengan
membentuk spora yang dihasilkan dalam suatu kantung (askus) membentuk askospora berjumlah 8
Reproduksi
vegetatif dilakukan dengan fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan tunas.
Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan konidium membentuk
konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa
Contohnya adalah :
1) Penicillium sp
a)
Jamur ini berwarna hjjau kebiruan
dan tumbuh baik pada buah-buahan yang telah masak, roti, nasi, serta makanan
bergula.
b)
Penicillium dibagi menjadi dua:
-
Penicillium
camemberti dan Penicilium
requeforti industri pembuatan keju.
-
Penicillium
chrisogenum dan Penicillium
requoforty industri pembuatan antibiotik
Pinisilin.
2) Saccharomyces
a)
Merupakan organisme uniseluler.
b) Sacharomyces
dikelompokkan ke dalam Ascomycota karena reproduksi seksualnya terjadi dengan
pembentukan Askus.
c) Sacharomyces
yang bersel satu ini sering disebut yeast / ragi.
d)
Berkembang aseksual membentuk tunas.
e) Sacharomyces
digunakan dalam pembuatan minuman fermentasi yang mengandung alkohol.
4.
BASIDIOMICOTINA
Ciri-ciri
subdivisi Basidiomycota antara lain:
a.
Hifa bersekat
b.
Berkembangbiak secara seksual
dengan membentuk basidiospora, yaitu spora yang dihasilkan pada basidium yang
terdapat dibagian bawah bilah dari tudung , umumnya
berjumlah 2 - 4 buah, berinti tunggal, secara
aseksual dengan membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara
berantai pada ujung suatu hifa
c.
berukuran besar (Makroskopis),
walapun ada juga yang berukuran kecil (Mikroskopis).
d.
Seluruh Basidium berkumpul
membentuk suatu badan yang disebut Basidiokarp
5. DEUTEROMICOTINA
Ciri-ciri
Subdivisi Deutereomycota antara lain:
a.
Hifa bersekat
b.
Jamur ini biasa disebut jamur tidak
sempurna atau Jamur Imperfectii karena reproduksinya hanya secara asexual
c.
Berkembangbiak secara aseksual
dengan fragmentasi atau dengan Konidium dengan membentuk konidiospora
Perkembangbiakan seksual belum diketahui
Contoh
1)
Epidermophyton
menyebabkan penyakit pada sela jari kaki.
2)
Mycosporium
penyebab penyakit kurap.
3)
Fusarium.
4)
Mycosporium,
Verticellium, dan Cercos parasit pada tumbuhan.
E. ASSOSIASI KEHIDUPAN JAMUR/SYMBIOTIC
1. LICHENES (Lumut Kerak)
a. Merupakan
simbiosis mutualisme antara sel ganggang dengan jamur dimana huhungan
antara kedua organisme tersebut adalah sedemikian rupa hingga membentuk suatu
talus tunggal.
b. Komponen
fungi disebut mikobion dan komponen alga disebut fikobion.
c. Mikobionnya
sebagian besar adalah Ascomycetes hanya beberapa saja yang Basidiomytes atau
Deutromycetes.
d. Fikobion
umumnya dari Chlorophyceae yang bersel tunggal atau dari Cyanophyceae.
f.
Jadi fragmentasi lichenes dengan
membentuk reproduksi units itu kita sebut Soredium
. dimana Soredium akan berkembang membentuk Lichenes yang terlihat pada gambar
20
2.
MIKORHYZA
a. Jamur
ini pada umumnya tergolong kedalam kelompok ascomycetes dan basidiomycetes.
b. Mikoriza
berasal dari kata Miko (Mykes = cendawan) dan Rhiza yang berarti Akar
tanaman.
c. Struktur
yang terbentuk dari asosiasi ini tersusun secara beraturan dan memperlihatkan
spektrum yang sangat luas baik dalam hal tanaman inang, jenis cendawan maupun
penyebarannya.
d. Mikoriza
adalah suatu struktur yang khas yang mencerminkan adanya interaksi fungsional
yang saling menguntungkan antara suatu tumbuhan tertentu dengan satu atau lebih
galur mikobion dalam ruang dan waktu.
e. Kondisi
lingkungan tanah yang cocok untuk perkecambahan biji juga cocok untuk
perkecambahan spora mikoriza.
f.
Demikian pula kindisi edafik yang
dapat mendorong pertumbuhan akar juga sesuai untuk perkembangan hifa. Jamu
mikoriza mempenetrasi epidermis akar melalui tekanan mekanis dan aktivitas
enzim, yang selanjutnya tumbuh menuju korteks.
g. Pertumbuhan
hifa secara eksternal terjadi jika hifa internal tumbuh dari korteks melalui
epidermis. Pertumbuhan hifa secara eksternal tersebut terus berlangsung sampai
tidak memungkinnya untuk terjadi pertumbuhan lagi.
h. Bagi
jamur mikoriza, hifa eksternal berfungsi mendukung funsi reproduksi serta untuk
transportasi karbon serta hara lainnya kedalam spora, selain fungsinya untuk
menyerap unsur hara dari dalam tanah untuk digunakan oleh tanaman
i.
adalah struktur yang terbentuk
karena adanya simbiosis jamur dan akar tumbuhan tinggi
j.
Tipe Mikoriza ditinjau dari
struktur anatomi, adalah sebagai berikut:
1) Ektomikoriza
Ektomikoriza mempunyai sifat antara lain akar yang
kena infeksi membesar, bercabang, rambut-rambut akar tidak ada, hifa menjorok
ke luar dan berfungsi sebagi alat yang efektif dalam menyerap unsur hara dan
air, hifa tidak masuk ke dalam sel tetapi hanya berkembang diantara
dinding-dinding sel jaringan korteks membentuk struktur seperti pada jaringan
tumbuhan.
2)
Ektendomikoriza
Ektendomikoriza merupakan bentuk antara (intermediet)
kedua mikoriza yang lain. Ciri-cirinya antara lain adanya selubung akar
yang tipis berupa jaringan Hifa dapat menginfeksi dinding sel korteks dan
juga sel-sel korteknya. Penyebarannya terbatas dalam tanah-tanah hutan
sehingga pengetahuan tentang mikoriza tipe ini sangat terbatas.
3) Endomikoriza
Endomikoriza mempunyai sifat-sifat antar lain akar
yang kena infeksi tidak membesar Lapisan hifa pada permukaan akar tipis, hifa
masuk ke dalam individu sel jaringan korteks, adanya bentukan khusus yang
berbentuk oval yang disebut Vasiculae (vesikel) Sistem percabangan hifa
yang dichotomous disebut arbuscules (arbuskul).
3.
Keuntungan
tumbuhan dengan adanya Mikoriza adalah sebagai berikut:
a. Keuntungan
yang dapat diperoleh dengan adanya infeksi jamur mikoriza pada pertumbuhan
tanaman adalah semakin baiknya pertumbuhan tanaman karena mikoriza secara efektif
dapat meningkatkan penyerapan unsur hara terutama P.
b. Unsur
P dalam tanah tersedia dalam tanah tetapi dalam bentuk yang terikat dengan
adanya infeksi jamur mikoriza pada akar tanaman dapat membantu dalam penyerapan
unsur P.
c. Meningkatnya
volume tanah yang dapat dijangkau oleh akar bersama-sama dengan mikoriza atau
dengan kata lain dapat memperluas wilayah jelajah akar.
d. Meningkatnya
pengambilan unsur hara P dan unsur hara lain, misalnya Kalium, Sulfat, Tembaga,
Seng dan Nitrogen.
e. Menjadikan
tanaman kurang peka terhadap kekurangan air (cekaman air) sehingga tanaman
dapat beradaptasi pada keadaan lingkungan yang kurang baik, tetapi tanaman
dapat tumbuh dengan baik.
f. Meningkatkan
daya tahan tanaman terhadap serangan patogen, salah satu diantaranya melalui
mekanisme pembentukan hormon , dengan meningkatnya ketahanan tanaman terhadap
serangan patogen dapat membuat tanaman dapat tumbuh dengan baik dan kerugian
akibat serangan patogen dapat diperkecil sehingga biaya produksi dapat ditekan
g. Meningkatkan
pembentukan bintil akar pada tanaman legum.
h. Meningkatkan
kelangsungan hidup tanaman pada lingkungan yang kurang baik, misalnya pada
tanah-tanah yang tercemar atau tererosi berat dan tanah -tanah yang memiliki
keragaman suhu serta tingkat kemasaman yang tinggi.
i. Mikoriza
dapat digunakan sebagai media transfer senyawa organik dan juga mikoriza dapat
membentuk enzim.
j. Jamur
mikoriza juga mampu menghasilkan hormon, seperti hormon auksin, sitokinin dan
giberalin yang dapat mempengaruhi struktur dan sistem perakaran.
Disamping
keuntungan dalam penyerapan hara, mineral dan air, tanaman juga dapat
memperoleh keuntungan lain dari infeksi jamur mikoriza pada tanaman inangnya
adalah akar tanaman yang bermikoriza dapat berfungsi lebih lama dibandingkan
tanaman yang tidak bermikoriza, selain itu tanaman yang bermikoriza akan lebih
sedikit kemungkinananya terserang oleh patogen-patogen yang dapat merusak
tanaman, akar-akar pendek yang bermikoriza lebih tahan terhadap kekeringan pada
musim kemarau dari pada tanaman yang tanpa mikoriza.
a. Kehadiran
mikoriza pada tanah dapat mengakibatkan meningkatnya efisiensi penggunaan air
oleh tanaman sehingga pemborosan air tanah dapat dikurangi, disamping itu
mikoriza juga dapat meningkatkan nilai tegangan asmotik sel-sel akar tanaman
sehingga tanaman dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya.
b. Inokulasi
mikoriza dapat juga memberikan peningkatan pertumbuhan anakan pada tanaman
Diterocarpaceae.
c. Keberhasilan
inokulasi mikoriza dalam menginfeksi tanaman sangat dipengaruhi penempatan
mikoriza pada akar tanaman, sebaiknya inokulasi mikoriza harus diberikan
disekitar perakaran tanaman sehingga jamur dapat menginfeksi tanaman dengan
baik.
d. Selain
itu respon pertumbuhan tanaman juga tergantung pada jumlah dan kecepatan
infeksi dan kolonisasi dari akar tanaman inang oleh jamur mikoriza.
e. Tanaman
yang bermikoriza dapat meningkatkan serapan air dan hara. Ukuran hifa yang
kecil dan lebih halus dari bulu-bulu akar memungkinkan hifa bisa masuk kedalam
pori-pori yang paling kecil sehingga hifa bisa menyerap air pada kondisi kadar
air yang sangat rendah. Serapan air yang lebih besar oleh tanaman yang
bermikoriza juga akan dapat membawa unsure hara yang mudah larut terbawa olah
aliran air seperti N,K dan S sehingga serapan unsure tersebut dapat semakin
meningkat.
f. Tanaman
yang bermikoriza lebih tahan terhadap kekeringan dari pada tanaman yang tidak
bermikoriza, akar tanaman yang bernikoriza akan lebih cepat kembali pulih
setelah periode kekurangan air. Hal ini disebabkan hifa cendawan mampu menyerap
air pada pori-pori tanah dan penyebaranhifa di dalam tanah sangat luas sehingga
dapat mengambil air relative lebih banyak. Beberapa dugaan tanaman yang
bermikoriza lebih tahan kekeringan antara lain adalah dengan adanya mikoriza
menyebabkan resistensi terhadap kekeringan meningkat
g. Asosiasi
simbiotik antara jamur dengan akar tanaman yang membentuk jalinan interaksi
yang kompleks dikenal dengan mikoriza yang secara harfiah berarti “akar
jamur”.
h. Secara
umum mikoriza di daerah tropika tergolong didalam dua tipe yaitu:
1)
Mikoriza Vesikular-Arbuskular
(MVA)/Endomikoriza
2)
Vesikular-Arbuskular Mikoriza
(VAM)/Ektomikoriza.
F. Manfaat dan Peranan Jamur Bagi
Kehidupan Manusia
1. Peranan Jamur yang Menguntungkan
Dalam kehidupan kita, jamur yang memiliki berbagai manfaat, diantaranya
di bidang industri makanan dan minuman, dibidang kedokteran maupun bidang
pertanian. Berikut ini tabel dari macam-macam jamur serta peran mereka yang
menguntungkan.
No
|
Nama Jamur
|
Manfaat
|
1
|
Rhizophus
oryzae, Rhizophus oligosporus.
|
Sebagai
bahan baku dalam pembuatan tempe.
|
2
|
Aspergillus
wentii.
|
Sebagai
bahan dalam pembuatan kecap dan tauco.
|
3
|
Aspergillus
oryzae.
|
Sebagai
bahan dalam pembuatan sake.
|
4
|
Aspergillus
niger.
|
Menghasilkan
enzim penjernih minuman anggur.
|
5
|
Penicillum
roqueforti, Penicillum camemberti.
|
Membuat
susu.
|
6
|
Penicillum
notatum, Penicillum chrysogenum.
|
Membuat
antibiotik penisilin.
|
7
|
Ganoderma.
|
Sebagai makanan suplemen dan
obat-obatan.
|
8
|
Lichen.
|
Untuk
membuat kertas lakmus.
|
9
|
Mucor
mucedo.
|
Mengurai
kotoran.
|
10
|
Trichoderma
sp.
|
Mempercepat
penguraian selulosa karena dapat menghasilkan enzim selulase.
|
11
|
Sarcoscypha
coccinea.
|
Sebagai
obat.
|
12
|
Lentinula
edodes (jamur shitake)
|
Untuk
dikonsumsi.
|
13
|
Jamur
Maitake
|
Sebagai
campuran sop atau ditumis.
|
14
|
Agaricus
bisporus (jamur champignon)
|
Bergizi
tinggi untuk dimakan.
|
15
|
Mucor
racemosus, Actinomucor elegans.
|
Untuk
membuat sufu (tofu fermentasi).
|
16
|
Saccharomyces
tuac.
|
Minuman
tuak.
|
17
|
Saccharomyces
ellipsoideus.
|
Minuman
anggur.
|
18
|
Semua
jamur saproda (pengurai)
|
Pengurai
sampah dan bangkai, membantu tumbuhan untuk mendapatkan zat anorganik..
|
19
|
Arthrobotrys.
|
Membunuh
cacing Nematoda.
|
2.
Peranan
Jamur yang Merugikan
Beberapa jenis jamur dapat merugikan manusia, misalnya
jamur yang bersifat patogen atau menimbulkan penyakit, merusak tanaman budidaya
sehingga menggagalkan panen, dan membusukkan bahan makanan. Berikut ini tabel
dari macam-macam jamur serta peran mereka yang merugikan.
No
|
Nama Jamur
|
Kerugian/Penyakit yang
ditimbulkan
|
1
|
Rhizopus stolonifer.
|
Menyebabkan roti basi dan
membusuk.
|
2
|
Rhizopus nigricans.
|
Menyebabkan pembusukan.
|
3
|
Aspergillus fumigatus.
|
Penyebab penyakit saluran
pernapasan dan paru-paru.
|
4
|
Trichophyton tonsurans.
|
Penyakit tinea kopitis yang
menyebabkan gatal, ketombe, dan rambut mudah patah.
|
5
|
Blastomyces brasiliensis.
|
Penyebab penyakit athlete’s
foot.
|
6
|
Ustatilago maydis.
|
Penyebab blastomikosis
(infeksi kulit, paru-paru dan hati).
|
7
|
Puccinia arachidis.
|
Penyakit pada tanaman kacang.
|
8
|
Puccinia graminis.
|
Jamur karat pada tanaman
jagung, dan gandum.
|
9
|
Epidermophyton floccosum.
|
Menginfeksi kulit dan kuku.
|
10
|
Malassezia furfur.
|
Penyakit tinea versicolor
pada kulit.
|
11
|
Microsporum sp.
|
Rambut tampak mengalami
fluoresensi hijau muda.
|
12
|
Lichen.
|
Melapukkan batu candi atau bangunan.
|
G.
Berbagai Penyakit Yang Disebabkan Oleh Jamur Pada
Manusia
Jamur mampu menyebabkan penyakit pada manusia. Penyakit
yang disebabkan oleh jamur pada manusia umumnya disebut dengan nama mikosis.
Mikosis sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu mikosis superficial serta
mikosis sistemik. Mikosis superficial merupakan
serangan jamur yang terjadi pada bagian kulit, kuku serta rambut, yang umumnya
disebabkan oleh jamur Trycophyton,
Microsporum, serta Epidermophyton.
Sedangkan mikosis sistemik merupakan serangan jamur yang terjadi pada bagian
dalam tubuh, seperti jaringan sub-kutan, ginjal, paru-paru, mukosa mulut,
jantung serta vagina.
Berbagai
penyakit yang disebabkan oleh jamur pada manusia, meliputi:
1.
Tinea capitis
Tinea
capitis merupakan infeksi jamur yang umumnya menyerang bagian kulit kepala
serta rambut. Tinea capitis disebabkan oleh adanya serangan jamur Mycrosporum serta Trichophyton. Gejala dari tinea capitis, meliputi kulit kepala
terasagatal, rambut tampak kusam serta mudah patah.
Penyakit ini ditularkan melalui pemakaian sisir serta gunting rambut. Infeksi
yang berat dapat menyebabkan edematous serta bernanah.
2.
Maduromycosis
Maduromycosis dikenal
dengan nama penyakit kaki atlet, karena penyakit ini umumnya terjadi pada
bagian kaki seorang atlet atau olahragawan yang sering dalam keadaan lembab.
Maduromycosis disebabkan oleh jamur Allescheris boydii, Cephalosporium
falciforme, Madurella mycetomi serta Madurella grisea.
Gejalanya
akan timbul rasa gatal yang panas, kulit mengelupas, mudah lecet dan luka serta
menimbulkan bau yang tidak sedap. Penyakit ini dapat menular jika anda berjalan
tanpa alas kaki di daerah yang telah terkontaminasi jamur penyebab penyakit.
3.
Coccidioidomycosis
Penyakit ini termasuk jenis mikosis sistemik yang
mampu menjangkau paru-paru dan disebabkan oleh jamur Coccidioides immitis.
Gejalanya hampir mirip dengan pneumonia, batuk yang terkadang disertai dan
tidak disertai dengan dahak.
Jamur
Coccidioides immitis mampu terbang di udara. Penyakit ini ditularkan lewat
udara yang sudah terkontaminasi dengan jamur yang terhirup.
4.
Sporotrichosis
Penyakit ini perupakan penyakit yang disebabkan oleh
jamur Sporotrichum schenckii. Gejalanya akan timbul semacam benjolan di bagian
bawah kulit yang nantinya akan membesar dan menjadi radang. Kemudian jaringan
tersebut akan mengalami kematian sehingga membentuk ulcus. Benjolan juga akan
terbentuk di sepanjang jaringan limpa. Jamur ini ditularkan melalui kontak
langsung terhadap orang yang mengidap penyakit sporotrichosis atau karena
menggunakan pakaian maupun handuk seseorang yang mengidap penyakit
sporotrichosis.
5.
Otomycosis
Merupakan
mikosis superficial yang menyerang bagian kulit dalam lubang telinga. Penyakit
ini disebabkan oleh jamur Epidermophyton
floccosum serta tricophyton sp. Kulit di lubang telinga dan sekitarnya akan
menimbulkan rasa gatal yang disertai dengan rasa sakit. Nantinya akan
menyebabkan keluarnya cairan berupa nanah dari dalam lubang telinga. Penyakit
ini ditularkan bila bersentuhan maupun terkena nanah dari kulit yang mengandung
jamur.
6.
Nocardiosis
Merupakan penyakit yang menyerang jaringan subkutan
yang nantinya akan menimbulkan pembengkakan pada jaringan yang terkena, dan
nantinya akan menimbulkan lubang-lubang kecil yang mengeluarkan nanah. Nocardiosis
disebabkan oleh jamur Nocardia asteroids.
Penyakit ini ditularkan dengan adanya kontak secara langsung maupun terkena
nanah dari kulit yang terserang jamur.
7. Panu
Panu ditandai dengan adanya bercak-bercak pada bagian
kulit yang disertai dengan rasa gatal ketika sedang berkeringat. Bercak-bercak
dikulit bisa berwarna merah, putih maupun coklat, tergantung dari warna kulit
si pengidap. Panu disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Penyakit panu
ditularkan belalui sentuhan atau kontak langsung dengan si pengidap maupun
penggunaan pakaian atau handuk yang sudah dipakai si pengidap.
8.
Blastomikosis
Penyakit ini ditandai dengan adanya lesi pada kulit
yang tidak sembuh-sembuh, lesi tulang yang sering kali tidak disertai dengan
rasa sakit serta gejala-gejala yang berkaitan dengan system urogenital.
Penyakit
ini disebabkan oleh jamur Blastomyces
dermatitidis. Jamur Blastomyces dermatitidis banyak ditemukan di tanayh
yang banyak mengandung sisa-sisa bahan organic serta kotoran hewan. Jamur ini
snagat kecil sekali sehingga mudah sekali terhirup oleh manusia. Setelah masuk
ke dlaam tubuh manusia, jamur ini akan menyebar ke seluruh tubuh melalui system
limpa maupun aliran darah.
9.
Tinea
favosa
Penyakit ini ditandai dengan adanya bintik-bintik
putih pada bagian kulit kepala yang nantinya akan membesar dan membentuk kerak
yang berwarna kekuningan. Kerak ini lengket sekali dan bila diangkat akan
menimbulkan luka basah maupun bernanah.
Tinea
favosa disebabkan oleh jamur Tricophyton
schoenleinii. Penyakit ini dapat menginfeksi kulit kepala, kulit tubuh yang
tidak berambut serta kuku. Penularan dari penyakit ini melalui penggunaan
pakaian maupun handuk dari si pengidap.
10. Tinea barbae
Penyakit ini merupakan infeksi jamur yang biasanya
menyerang daerah kulit yang ditutupi oleh jenggot, kulit leher, rambut serta
folikel rambut. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Tricophyton mentagrophytes,
Tricophyton violaceum, serta Microsporum cranis.
11. Tinea cruris
Merupakan infeksi jamur superficial yang sering kali
terjadi di paha bagian atas sebelah dalam. Penyakit ini disebabkan oleh jamur
Epidermophyton floccosum atau Trichophyton sp. Pada kasus yang berat, jamur
dapat menyerang bagian kulit di sekitar paha.
12. Infeksi candida
Penyakit
ini disebabkan oleh jamur Candida albicans. Penyakit ini merupakan mikosis yang
menyerang kulit, kuku maupun organ tubuh, seperti jantung, paru-paru, selaput
lendir serta vagina.
Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit di pengidap.
13. Tinea circinata atau tinea corporis
Penyakit
ini disebut juga dengan nama kurap. Disebabkan oleh jamur Corporis trichopyton.
Penyakit ini perupakan mikosis superficial yang berbentuk bulat seperti cincin,
disertai dengan rasa gatal pada bagian tersebut. Penyakit ini ditularkan
melalui kontak secara langsung maupun tidak langsung. Hewan, pakaian maupun
furniture juga dapat menularkan penyakit ini.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Jadi Fungi (jamur) merupakan organisme eukariotik
yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur
memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Jamur dipisahkan dalam
kingdomnya tesendiriKarena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk
hidup, jamur tidak termasuk dalam kindom protista,plantae
ataupun monera. Karena jamur tidak berklorofil, maka jamur temasuk ke
dalam makhluk hidup heterotof (memperoleh makanan dari organisme lainnya),
dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada
di lingkungannya. karena umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan
mengurai sampah organik, seperti bangkai menjadi bahan anorganik). Ada juga
jamur yang hidup secara parasit (memperoleh bahan organik dari inangnya), namun
adapula yang hidup dengan cara simbiosis mutualisme (yaitu hidup dengan
organisme lain agar sama-sama mendapatkan untung).
melakukan
reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi
dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniseluler serta pemutusan
benang hifa (fragmentasi miselium) dan pembentukan spora aseksual (spora
vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan
oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singgami terdiri
dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami.
B.
SARAN
Makalah ini merupakan resume dari berbagai sumber,
untuk lebih mendalami isi makalah dapat dibaca dalam website rujukan yang
tercantum dalam daftar pustaka. Selanjutnya, penulis menyampaikan permohonan
maaf yang sebesar-besarnya pada pembaca apabila terdapat kesalahan dalam
penulisan atau pun kekeliruan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu, saran
dan kritikan dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita
terutama mengenai Fungi.
Download full gambar disini



Komentar
Posting Komentar