MAKALAH FUNGI BOTANI TUMBUHAN RENDAH STKIP BJM

MAKALAH

FUNGI
(JAMUR)

BOTANI TUMBUHAN RENDAH
Bayu Hari Mukti, S.Hut.. M.Si




Disusun oleh:

Ikhsan Saputra
NPM
3061524025
Pahyaton
NPM
3061524026
Norjannah
NPM
3061524050
Yunie Cahya Kamaliyah
NPM
3061524051





SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

BANJARMASIN
2016

Daftar Isi

Cover



Daftar Isi


!!!-!v
BAB I PENDAHULUAN

A
Latar Belakang
1

B
Rumusan Masalah
1

C
Tujuan
1
BAB II PEMBAHASAN

A
Pengertian Fungi
2

B
Sifat-sifat Umum Fungi
2

C
Ciri Khusus yang di Miliki Fungi
3

1
Bagian atau Struktur Sel Fungi
3

2
Cara Hidup dan Habitat Fungi
4

a
Saprofit
5

b
Parasit
6

c
Mutual
7

3
Cara Fungi Memperoleh Makanan dan Nutrisi
7

4
Cara Reproduksi Fungi
9

a
Cara Reproduksi Fungi Berdasarkan Gametnya
9

b
Macam-macam spora reproduksi fungi
12

D
Klasifikasi Fungi
14


1
Oomycota
14

2
Zygomycota
15

3
Ascomycota
16

4
Basidiomycota
18

5
Deutereomycota
19

E
Assosiasi Kehidupan Jamur atau Simbiotic
19

1
Lichenes ( Lumut Kerak )
19

2
Mikorhyza
20



Ektomikoriza
21



Ektendomikoriza
21



Endomikoriza
22

3
Keuntungan tumbuhan dengan adanya Mikoriza
23

F
Manfaat dan Peranan Jamur Bagi Kehidupan Manusia
25


1
Peranan Jamur yang Menguntungkan
25

2
Peranan Jamur Yang Merugikan
25

G
Berbagai Penyakit yang disebabkan oleh Jamur pada Manusia
26

1
Tinea capitis
26

2
Maduromycosis
27

3
Coccidioidomycosis
27 

4
Sporotrichosis
28

5
Otomycosis
28

6
Nocardiosis
29

7
Panu
29

8
Blastomikosis
30

9
Tinea Favosa
30

10
Tinea barbae
31

11
Tinea cruris
31

12
Infeksi candida
32

13
Tinea circinata atau Tinea corporis
32
BAB III PENUTUP

A
Kesimpulan
33

B
Saran
33
Daftar Pustaka
v
 BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kata fungi mungkin akan selalu kita maknai sebagai cendawan, yaitu organisme yang pendek, seperti serbuk atau spons, tubuhnya berwarna-warni, dan tumbuh di atas tanah seperti tumbuhan. Meskipun cendawan adalah organisme yang umum kita sebut sebagai jamur (jamur yang sebenarnya), dan sebagian besar jamur tersebut terlihat hidup di atas tanah, tetapi kata fungi memiliki makna yang lebih luas. Fungi didefinisikan sebagai kelompok organisme eukariotik, tidak berpindah tempat (nonmotile), bersifat uniselular atau multiselular, memiliki dinding sel dari glukan, mannan, dan kitin, tidak berklorofil, memperoleh nutrien dengan menyerap senyawa organik, serta berkembang biak secara seksual dan aseksual.

Di alam ada sekitar 100.000 jenis fungi yang sudah dikenal dan lebih dari 1.000 jenis baru yang berhasil dideskripsikan oleh para ahli setiap tahunnya. Bahkan mungkin masih ada sekitar 200.000 jenis lain yang sampai saat ini belum ditemukan atau dideskripsikan. Sementara itu, kegiatan manusia dalam mengeksploitasi alam berpeluang mengancam keberlangsungan hidup organisme tersebut. Perusakan hutan hujan tropis yang hampir terjadi setiap hari atau perusakan habitat fungi yang lain tidak diragukan lagi berpotensi membawa jenis-jenis organisme berspora tersebut kepada kepunahan, bahkan sebelum mereka sempat ditemukan dan dipelajari oleh para ahli.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka dirumuskan beberapa masalah tentang latar belakang Fungi :

1. Apa Pengertian dari Fungi?
2. Bagaimana sistem Reproduksi Fungi?
3. Bagaimana Ciri-ciri pada Fungi?
4. Bagaimana Sistem Klasifikasi pada fungi?
5. Bagaimana Cara Hidup Fungi?

C.    Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat memahami tujuan dari penyusunan Makalah ini adalah :

1. Untuk mengetahui Pengertian dari Fungi.
2. Untuk mengetahui Ciri-ciri pada Fungi.
3. Untuk mengetahui Reproduksi Fungi
4. Untuk mengetahui bagaimana sistem pengklasifikasian pada fungi.
5. Untuk mengetahui Cara Hidup Fungi.
BAB II
         PEMBAHASAN


A.    Pengertian Fungi

Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Kalangan ilmuwan kerap menggunakan istilah cendawan sebagai sinonim bagi Fungi.

Awam menyebut sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak). 

             Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara : dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah.

Ilmu yang mempelajari fungi disebut mikologi (dari akar kata Yunani Î¼Ï…κες, "lendir", dan Î»Î¿Î³Î¿Ïƒ, "pengetahuan", "lambang").

B.     Sifat-sifat Umum Fungi
Fungi memiliki beberapa sifat umum, yaitu :
1.      hidup di tempat-tempat yang lembab, sedikit asam, dan tidak begitu memerlukan cahaya matahari. 
2.      Fungi tidak berfotosintesis, sehingga hidupnya bersifat heterotrof. 
3.      Fungi hidup dari senyawa-senyawa organik yang diabsorbsi dari organisme lain. 
4.      Fungi yang prinsip nutrisinya adalah heterotrof (Tidak bisa membuat makanan sendiri ) menyebabkannya memiliki kemampuan hidup sebagai pemakan sampah (saprofit) maupun sebagai penumpang yang mencuri makanan dari inangnya (parasit).




C.    Ciri Khusus yang Di miliki Fungi

Setelah kalian memahami sifat-sifat umum jamur, sekarang kita akan mulai membahas sifat-sifat yang lebih khusus, yang disebut ciri-ciri Fungi. Ciri-ciri fungi yang akan kita bahas meliputi sebagai berikut :

1.      Bagian atau Struktur Sel Fungi

Dilihat dari struktur tubuhnya, Fungi memiliki ciri-ciri yang berguna untuk mengenal apakah suatu organisme merupakan Fungi atau bukan. Organisme yang termasuk Fungi bisa terdiri atas satu sel maupun terdiri atas banyak sel. Fungi yang bersel tunggal (uniseluler), misal adalah ragi (Saccharomyces cerevisiae). Sedangkan Fungi yang tubuhnya bersel banyak (multiseluler) bisa berupa Fungi mikroskopis maupun Fungi makroskopis. Fungi mikroskopis adalah Fungi yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop, karena memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil. Contoh Fungi mikroskopis multiseluler adalah Aspergillus sp. dan Penicillium sp.

     Fungi multiseluler juga ada yang bersifat makroskopis, mudah diamati dengan mata telanjang, yang berukuran besar. Contoh Fungi makroskopis adalah jamur merang (Volvariella valvacea) dan jamur kuping (Auricularia polytricha).

Fungi adalah organisme eukariotik (eu: sejati dan cariyon: inti), yaitu organisme yang inti selnya memiliki selaput inti atau karioteka yang lengkap. Di dalam sel fungi terdapat sitoplasma dan nukleus yang kecil. Perhatikan Gambar 1, 2, dan 3.

     Fungi memiliki bentuk tubuh bervariasi, ada yang bulat, bulat telur, maupun memanjang. Pada Fungi bersel banyak (multiseluler) banyak terdapat deretan sel yang membentuk benang, disebut hifa. Pada Fungi yang sifat hidupnya parasit, hifa mengalami modifikasi, disebut haustoria. Haustoria merupakan organ untuk menyerap makanan dari substrat tempat hidup Fungi, dan organ ini memiliki kemampuan untuk menembus jaringan substrat Beberapa jaringan hifa akan membentuk miselium. Miselium merupakan tempat pembentukan spora dan juga sebagai alat reproduksi serta alat untuk mendapatkan makanan. Hifa juga bisa membentuk struktur yang disebut badan buah. Badan buah merupakan kumpulan hifa yang muncul dari dalam tanah atau kayu yang lapuk. Badan buah dijumpai pada kelompok jamur tertentu.



2.      Cara Hidup dan Habitat Fungi

Cara hidup Fungi bervariasi, ada yang hidup secara soliter dan ada yang hidup berkelompok (membentuk koloni). Pada umumnya Fungi hidup secara berkelompok atau berkoloni, karena hifa dari jamur tersebut saling bersambungan atau berhubungan. Cara hidup ini dijumpai misalnya pada jamur tempe (Rhizopus oryzae), jamur roti (Mucor mucedo), dan Aspergillus flavus. Jadi, kalau kalian melihat Fungi tersebut yang nampak adalah koloninya, sedangkan individu yang menyusunnya berukuran sangat kecil.

Habitat Fungi juga bermacam-macam. Berbagai Fungi hidup di tempat-tempat yang basah, lembab, di sampah, pada sisa-sisa organisme, atau di dalam tubuh organisme lain. Bahkan banyak pula jenis-jenis jamur yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme

di laut atau air tawar. Fungi juga dapat hidup di lingkungan asam, misalnya pada buah yang asam, atau pada pada lingkungan dengan konsentrasi gula yang tinggi, misalnya pada selai. Bahkan, Fungi yang hidup bersimbiosis dengan ganggang (lumut kerak), dapat hidup di habitat ekstrim dimana organisme lain sulit untuk bertahan hidup, seperti di daerah gurun, gunung salju, dan di kutub.

Seperti makhluk hidup yang lain, jamur juga punya cara hidup tersendiri. Berdasarkan cara hidupnya, jamur dibedakan menjadi 3 kelompok, saprofit, parasit, dan mutual. :

a.      Saprofit

Jamur saprofit memperoleh makanannya dari sisa-sisa organisme yang sudah mati. Ia tidak akan menyerap makanan dari organisme yang masih hidup. Jamur saprofit banyak dijumpai pada serasah daun, ranting atau batang yang membusuk, kertas, tumpukan jerami, atau tempat lembab lainnya. Jamur saprofit di alam berperan sebagai pengurai (dekomposer) utama. Jamur ini membantu penguraian sampah organik sehingga bumi kita tidak Seimbang.



Gambar 6.  Jamur Tiram ( Saprofti )

b.      Parasit

parasit adalah jamur yang menyerap makanan dari organisme yang ditumpanginya. Sifat parasit ini masih dapat dibedakan lagi menjadi parasit obligat dan parasit fakultatif. Fungsi parasit obligat adalah jamur yang hanya bisa hidup sebagai parasit. Bila ia berada di luar inangnya, maka ia akan mati. Contohnya adalah Pneumonia carinii (parasit pada paru-paru penderita AIDS), Epidermophyton floocosum (penyebab penyakit kaki atlet), dan Ustilago maydis (jamur parasit pada tanaman jagung). Perhatikan Gambar 6.

Gambar 7.  Ustilago maydis, parasit pada tanaman jagung (Luis M / Flickr)

Sedangkan fungsi parasit fakultatif adalah jamur yang di samping hidup parasit, ia juga bisa hidup sebagai saprofit. Fungi tersebut akan bersifat parasit ketika mendapatkan hospes. Fungi memiliki kemampuan hidup yang sangat mengesankan. Fungi juga dapat hidup pada suhu sekitar 22 oC – 30 oC  Bahkan ada beberapa jenis jamur yang dapat tumbuh dengan subur pada temperatur sekitar -5 oC  Fungi juga dapat hidup pada tempat yang mengandung gula atau garam. Dan sifat umum lainnya adalah Fungi mampu memanfaatkan berbagai bahan makanan untuk memenuhi keperluan hidupnya, tetapi tidak dapat menggunakan senyawa karbon anorganik, seperti halnya bakteri.

c.       Mutual

Jamur mutual hidup dengan menyerap makanan dari inangnya tapi juga memberikan manfaat. Contohnya jamur yang bersimbiosis dengan ganggang  yang membentuk lumut kerak (lichen). Jamur membantu ganggang untuk  menyerap air dan mineral dari lingkungan, sedangkan ganggang akan memasakknya dan membaginya dengan si jamur.  Silahkan sobat temukan contoh jamur mutal lainnya.

Gambar 8.  Lumut Kerak Litchens

3.      Cara Fungi Memperoleh Makanan dan Nutrisi.

Fungi bersifat heterotrof, artinya tidak dapat menyusun atau mensintesis makanan sendiri. Fungi tidak memiliki klorofil, sehingga tidak bisa berfotosintesis. Fungi hidup dengan memperoleh makanan dari organisme lain atau dari materi organik yang sudah mati. Untuk memenuhi kebutuhan makanannya, Fungi dapat hidup secara saprofit, parasit, dan simbiotik. 





Kebanyakan Fungi adalah bersifat saprofit. Fungi tersebut memperoleh makanannya dari materi organik yang sudah mati atau sampah. Untuk memperoleh makannya, hifa Fungi mengeluarkan enzim pencernaan, yang dapat merombak materi organik, menjadi materi yang sederhana (anorganik) sehingga mudah diserap oleh Fungi. Fungi payung, ragi (Saccharomyces cerevisiae), dan jamur tempe (Rhizopus oryzae) termasuk dalam kelompok fungi ini. 

Beberapa jenis Fungi, ada yang mendapatkan makanannya langsung dari tubuh inangnya. Fungi tersebut hidup sebagai parasit yang menyerang tumbuhan, biasanya mempunyai hifa khusus, yang disebut haustoria. Bentuk hifa tersebut dapat menembus sel inang dan menyerap zat makanan yang dihasilkan inang. Fungi parasit tersebut sering menimbulkan penyakit pada tanaman, sehingga di bidang pertanian menyebabkan penurunan hasil panen.Pada manusia, Fungi juga menyebabkan penyakit, misalnya penyakit kaki atlit (athlete’s foot) dan penyakit panu.

Beberapa jenis Fungi ada yang membentuk hubungan simbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan. Dalam hal ini, Fungi menyediakan materi organik bagi tumbuhan dan sebaliknya, Fungi memperoleh materi organik dari tumbuhan. Selain itu beberapa jenis Fungi ada juga yang bersimbiosis dengan ganggang hijau (Chlorophyta) atau ganggang hijau-biru (Cyanobacteria) membentuk lumut kerak atau Lichens. Perhatikan Gambar 9.


4.      Cara Reproduksi Fungi

Cara reproduksi Fungi sangat bervariasi. Meskipun demikian, reproduksi Fungi umumnya terjadi dalam 2 cara, yaitu secara seksual (perkembangbiakan generatif ) dan secara aseksual (perkembangbiakan vegetatif ). Perkembangbiakan Fungi secara generatif adalah perkembangbiakan yang diawali dengan peleburan gamet (sel-sel kelamin), yang didahului dengan penyatuan 2 hifa yang berbeda, yang disebut konjugasi.

a.       Berdasarkan gametnya, proses ini dapat dikelompokkan sebagai isogami, anisogami, oogami, gametangiogami, somatogami, dan spermatisasi. Perhatikanlah Gambar 10. Dibawah ini berdasarkan gametnya :


     Isogami yaitu peleburan 2 gamet yang sama bentuk dan ukuran nya, bila gamet-gamet tersebut tidak sama ukurannya disebut anisogami. Apabila peleburan 2 gamet tersebut yang berbeda adalah bentuk dan ukurannya, maka disebut oogami. Pada oogami, ovum yang dihasilkan dalam oogoium dibuahi oleh spermatozoid yang dibentuk dalam anteridium. Sedangkan yang disebut dengan gametangiogami adalah bila peleburan isi 2 gametangium yang berbeda jenisnya tersebut menghasilkan zigospora.

     Pada somatogami, yang terjadi yaitu peleburan 2 sel hifa. Dua sel hifa yang tidak berdeferensiasi inti selnya berpasangan, kemudian terbentuk hifa diploid yang selanjutnya akan dibentuk askospora. Sedangkan spermatisasi yaitu peleburan antara spermatium (gamet jantan) dengan gametangium betina (hifa) yang kemudian berkembang membentuk hifa baru (diploid) dan menghasilkan askospora.

     Seperti halnya reproduksi seksual, reproduksi aseksual juga dapat terjadi melalui beberapa cara. Cara reproduksi yang paling sederhana adalah dengan pembentukan tunas (budding) yang biasa terjadi pada jamur uniseluler, misalnya ragi (Saccharomyces cerevisiae). Perhatikan Gambar 11.


     Pada reproduksi dengan cara ini, jamur membentuk semacam sel berukuran kecil yang kemudian tumbuh menjadi sel ragi dengan ukuran sempurna yang akhirnya terlepas dari sel induknya menjadi individu baru. Selain dengan tunas, reproduksi aseksual juga dapat terjadi dengan fragmentasi dan spora aseksual. Fragmentasi adalah pemotongan bagian-bagian hifa dan setiap potongan tersebut dapat tumbuh menjadi hifa baru. Reproduksi jamur secara fragmentasi diawali dengan terjadinya pemisahan hifa dari sebuah miselium. Selanjutnya hifa tersebut akan tumbuh dengan sendirinya menjadi miselium baru.

     Pada kondisi tertentu, hifa akan terdegeneralisasi menjadi sporangia (penghasil spora aseksual). Cara reproduksi aseksual yang lain adalah dengan spora yang disebut spora aseksual. Spora aseksual adalah spora yang dihasilkan dari pembelahan secara mitosis. Pembentukan spora aseksual pada jamur terjadi melalui spora yang dihasilkan oleh hifa tertentu. Spora tersebut merupakan sebuah sel reproduksi yang dapat tumbuh langsung menjadi jamur. Hal ini mirip dengan perkecambahan biji pada tumbuhan tingkat tinggi.

b.      Macam-macam spora reproduksi pada fungi.
Seperti biasa cara reproduksi fungi ada dua macam seperti yang sudah di jelaskankan diatas ada yang secara seksual dan aseksual begitu pula jenis spora sesuai reproduksinya fungi :

1)      Pada jamur dikenal beberapa jenis spora aseksual sebagai berikut:

a)      Sporangiospora
Sporangiospora adalah spora bersel satu yang dihasilkan di kantong sporangium pada ujung hifa. Sporangiospora sendiri terbagi menjadi dua yaitu yang bisa bergerak (zoospora) dan yang tidak besa bergerak (aplanospora)
b)      Konidiospora
Konidiospora adalah konidium yang terbentuk pada ujung hifa. Ada yang bersel satu yang disebutmikrokonidium dan bersel banyak yang disebut makrokonidium.
c)      Arthospora
Spora bersel satu yang terbentuk karena ada hifa yang terputus.
d)      Klamidospora
Spora bersel satu yang sangat tahan terhadap kondisi buruk. Janis spora ini memiliki dinding sel yang sangat tebal.



e)      Blastospora
Merupakan tunas atau kuncup pada sel-sel khamir.



2)      Mirip dengan aseksual, jenis spora seksual juga ada beberapa macam
    
a)      Askospora
Merupakan spora sel tunggal yang dihasilkan pada kantung yang diesebut dengan askus.
b)      Basidiospora
Merupakan spora seksual yang terbentuk pada struktur yang berbentuk sepertil basil yang disebut basidium.
c)      Zygospora
Adalah spora berdinding tebal  yang terbentuk karena ada ujung-ujung hifa yang serasi yang dinamakan gametangia
d)      Oospora
Merupakan spora yang terbentuk dari pertemuan anatara gamet betina (oogonium) dan gamet jantan (anteridium) sehingga menghasilkan oosfer yang nantinya akan menghasilkan oospora.

D.    Klasifikasi Fungi

Berdasarkan hifa serta cara berkembangbiak, jamur dikelompokkan menjadi Lima Subdivisio yaitu (O-Z-A-B-D) kini menurut Whitaker Oomycotina di golongkan Kingdom Protista, yakni :

1.      OOMYCOTINA

Ciri-ciri Oomycota antara lain:

a.       Hifa tidak bersekat.
b.      Berkembangbiak secara seksual melalui pembentukan zoospora hasil peleburan gamet jantan dan gamet betina.
c.       Berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk spora berflagel yang disebut zoospora.
d.     Contoh subdivisi Oomycota yaitu Phytoptora menyerang tanaman    kentang , tembakau , kelapa, tembakau , kelapa.
e.       Pythium membuat rebah semai pada tanaman dengan menyerang akar dan Saprolegnia menyerang kulit ikan.




Pada Klasifikasi Modern (Whitaker 1969) Sub divisio Oomycota/Oomycotina ini kemudian diambil dalam kelompok Kingdom Protista sehingga tidak dimasukkan Fungi.



2.      ZYGOMICOTA/ ZYGOMYCOTINA

Ciri-ciri subdivisi Zygomycota yaitu:

a.       Hifa tidak bersekat
b.      Hidup di darat, di atas tanah, atau pada tumbuhan dan hewan yang telah membusuk
c.       Ciri khas dari kelas ini ialah terbentuknya spora istirahat yang disebut zigospora yang terdapat dalam zigosporangium dan dihasilkan dari persatuan dua gametangia (kopulasi gametangium/gametangiogami).
f.          Berkembangbiak secara seksual melalui pembentukan zigospora sebagai hasil peleburan hifa (+) dan hifa (-) merupakan spora istirahat memiliki dinding tebal secara aseksual menggunakan spora dalam spongarium /konidum : Konidiospora

Contohnya adalah :
1)      Rhizopus oligosporus
2)      Rhizopus Stolonifer ( Jamur Tempe)
a)   Jamur tempe digunakan dalam pembuatan tempe.
b)      Reproduksi Rhizopus stolonifer dapat terjadi secara seksual dan aseksual.

3)      Pilobolus speciosa

a)      P. speciosa adalah salah satu jamur yang biasa hidup pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi.
b)      Jamur ini tidak dapat bereproduksi tanpa adanya bantuan cahaya.
c)      Jamur ini menunjukkan respon positif terhadap cahaya.

4)      Rhizopus nigricans (Jamur Roti )

a)      Jika roti yang lembab disimpan ditempat yang hangat dan gelap, beberapa hari kemudian akan tampak jamur tumbuh diatasnya.
b)      Pada roti akan tumbuh bulatan hitam, yang disebut Sporangium.

3.      ASCOMICOTINA/ASCOMYCOTA

Ciri-ciri subdivisi Ascomycota antara lain:

a.       Hifa bersekat
b.      Jamur yang ber-askus (kantung yang berbentuk gada, silinder atau bulat) dimana askus ini untuk pembentukan spora secara miosis , dengan produk sporanya disebut : askospora
c.       Askus-askus dapat terbentuk dalam suatu badan buah yang disebut askokarp.
e.       Dinding sel mengandung glukan dan selulose, tidak mengandung khitin.
f.        bentuk ada yang uniseluler dan multiseluler
g.      hidup ada yang bersifat parasit dan ada juga yang bersifat saprofit.
h.      Reproduksi secara seksual secara oogami dengan membentuk spora yang dihasilkan dalam suatu kantung (askus) membentuk askospora berjumlah 8 Reproduksi vegetatif dilakukan dengan fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan tunas. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan konidium membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa

Contohnya adalah :
1)      Penicillium sp

a)      Jamur ini berwarna hjjau kebiruan dan tumbuh baik pada buah-buahan yang telah masak, roti, nasi, serta makanan bergula.
b)      Penicillium dibagi menjadi dua:
-          Penicillium camemberti dan Penicilium requeforti industri pembuatan keju.
-          Penicillium chrisogenum dan Penicillium requoforty  industri pembuatan antibiotik Pinisilin.

2)      Saccharomyces

a)      Merupakan organisme uniseluler.
b)      Sacharomyces dikelompokkan ke dalam Ascomycota karena reproduksi seksualnya terjadi dengan pembentukan Askus.
c)      Sacharomyces yang bersel satu ini sering disebut yeast / ragi.
d)      Berkembang aseksual membentuk tunas.
e)      Sacharomyces digunakan dalam pembuatan minuman fermentasi yang mengandung alkohol.

4.      BASIDIOMICOTINA

Ciri-ciri subdivisi Basidiomycota antara lain:

a.       Hifa bersekat
b.      Berkembangbiak secara seksual dengan membentuk basidiospora, yaitu spora yang dihasilkan pada basidium yang terdapat dibagian bawah bilah dari tudung , umumnya berjumlah 2 - 4 buah, berinti tunggal, secara aseksual dengan membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa
c.       berukuran besar (Makroskopis), walapun ada juga yang berukuran kecil (Mikroskopis).
d.      Seluruh Basidium berkumpul membentuk suatu badan yang disebut Basidiokarp


5.      DEUTEROMICOTINA

Ciri-ciri Subdivisi Deutereomycota antara lain:

a.       Hifa bersekat
b.      Jamur ini biasa disebut jamur tidak sempurna atau Jamur Imperfectii karena reproduksinya hanya secara asexual
c.       Berkembangbiak secara aseksual dengan fragmentasi atau dengan Konidium dengan membentuk konidiospora Perkembangbiakan seksual belum diketahui


Contoh
1)      Epidermophyton menyebabkan penyakit pada sela jari kaki.
2)      Mycosporium penyebab penyakit kurap.
3)      Fusarium.
4)      Mycosporium, Verticellium, dan Cercos parasit pada tumbuhan.


E.     ASSOSIASI KEHIDUPAN JAMUR/SYMBIOTIC

1.      LICHENES (Lumut Kerak)

a.       Merupakan simbiosis mutualisme antara sel ganggang dengan jamur dimana huhungan antara kedua organisme tersebut adalah sedemikian rupa hingga membentuk suatu talus tunggal.
b.      Komponen fungi disebut mikobion dan komponen alga disebut fikobion.
c.       Mikobionnya sebagian besar adalah Ascomycetes hanya beberapa saja yang Basidiomytes atau Deutromycetes.
d.      Fikobion umumnya dari Chlorophyceae yang bersel tunggal atau dari Cyanophyceae.
f.        Jadi fragmentasi lichenes dengan membentuk reproduksi units itu kita sebut Soredium . dimana Soredium akan berkembang membentuk Lichenes yang terlihat pada gambar 20


2.       MIKORHYZA

a.       Jamur ini pada umumnya tergolong kedalam kelompok ascomycetes dan basidiomycetes
b.      Mikoriza berasal dari kata Miko (Mykes = cendawan) dan Rhiza yang berarti Akar tanaman. 
c.       Struktur yang terbentuk dari asosiasi ini tersusun secara beraturan dan memperlihatkan spektrum yang sangat luas baik dalam hal tanaman inang, jenis cendawan maupun penyebarannya. 
d.      Mikoriza adalah suatu struktur yang khas yang mencerminkan adanya interaksi fungsional yang saling menguntungkan antara suatu tumbuhan tertentu dengan satu atau lebih galur mikobion dalam ruang dan waktu.
e.       Kondisi lingkungan tanah yang cocok untuk perkecambahan biji juga cocok untuk perkecambahan spora mikoriza. 
f.        Demikian pula kindisi edafik yang dapat mendorong pertumbuhan akar juga sesuai untuk perkembangan hifa. Jamu mikoriza mempenetrasi epidermis akar melalui tekanan mekanis dan aktivitas enzim, yang selanjutnya tumbuh menuju korteks. 
g.      Pertumbuhan hifa secara eksternal terjadi jika hifa internal tumbuh dari korteks melalui epidermis. Pertumbuhan hifa secara eksternal tersebut terus berlangsung sampai tidak memungkinnya untuk terjadi pertumbuhan lagi. 
h.      Bagi jamur mikoriza, hifa eksternal berfungsi mendukung funsi reproduksi serta untuk transportasi karbon serta hara lainnya kedalam spora, selain fungsinya untuk menyerap unsur hara dari dalam tanah untuk digunakan oleh tanaman


i.        adalah struktur yang terbentuk karena adanya simbiosis jamur dan akar tumbuhan tinggi
j.        Tipe Mikoriza ditinjau dari struktur anatomi, adalah sebagai berikut:

1)      Ektomikoriza
Ektomikoriza mempunyai sifat antara lain akar yang kena infeksi membesar, bercabang, rambut-rambut akar tidak ada, hifa menjorok ke luar dan berfungsi sebagi alat yang efektif dalam menyerap unsur hara dan air, hifa tidak masuk ke dalam sel tetapi hanya berkembang diantara dinding-dinding sel jaringan korteks membentuk struktur seperti pada jaringan tumbuhan.


2)      Ektendomikoriza
Ektendomikoriza merupakan bentuk antara (intermediet) kedua mikoriza yang lain.  Ciri-cirinya antara lain adanya selubung akar yang tipis berupa jaringan  Hifa dapat menginfeksi dinding sel korteks dan juga sel-sel korteknya.  Penyebarannya terbatas dalam tanah-tanah hutan sehingga pengetahuan tentang mikoriza tipe ini sangat terbatas.

3)      Endomikoriza
Endomikoriza mempunyai sifat-sifat antar lain akar yang kena infeksi tidak membesar Lapisan hifa pada permukaan akar tipis, hifa masuk ke dalam individu sel jaringan korteks, adanya bentukan khusus yang berbentuk oval yang disebut Vasiculae (vesikel) Sistem percabangan hifa yang dichotomous disebut arbuscules (arbuskul).

3.       Keuntungan tumbuhan dengan adanya Mikoriza adalah sebagai berikut: 

a.    Keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya infeksi jamur mikoriza pada pertumbuhan tanaman adalah semakin baiknya pertumbuhan tanaman karena mikoriza secara efektif dapat meningkatkan penyerapan unsur hara terutama P. 
b.    Unsur P dalam tanah tersedia dalam tanah tetapi dalam bentuk yang terikat dengan adanya infeksi jamur mikoriza pada akar tanaman dapat membantu dalam penyerapan unsur P.
c.    Meningkatnya volume tanah yang dapat dijangkau oleh akar bersama-sama dengan mikoriza atau dengan kata lain dapat memperluas wilayah jelajah akar.
d.    Meningkatnya pengambilan unsur hara P dan unsur hara lain, misalnya Kalium, Sulfat, Tembaga, Seng dan Nitrogen.
e.    Menjadikan tanaman kurang peka terhadap kekurangan air (cekaman air) sehingga tanaman dapat beradaptasi pada keadaan lingkungan yang kurang baik, tetapi tanaman dapat tumbuh dengan baik.
f.     Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan patogen, salah satu diantaranya melalui mekanisme pembentukan hormon , dengan meningkatnya ketahanan tanaman terhadap serangan patogen dapat membuat tanaman dapat tumbuh dengan baik dan kerugian akibat serangan patogen dapat diperkecil sehingga biaya produksi dapat ditekan
g.    Meningkatkan pembentukan bintil akar pada tanaman legum.
h.    Meningkatkan kelangsungan hidup tanaman pada lingkungan yang kurang baik, misalnya pada tanah-tanah yang tercemar atau tererosi berat dan tanah -tanah yang memiliki keragaman suhu serta tingkat kemasaman yang tinggi.
i.      Mikoriza dapat digunakan sebagai media transfer senyawa organik dan juga mikoriza dapat membentuk enzim.
j.      Jamur mikoriza juga mampu menghasilkan hormon, seperti hormon auksin, sitokinin dan giberalin yang dapat mempengaruhi struktur dan sistem perakaran.

Disamping keuntungan dalam penyerapan hara, mineral dan air, tanaman juga dapat memperoleh keuntungan lain dari infeksi jamur mikoriza pada tanaman inangnya adalah akar tanaman yang bermikoriza dapat berfungsi lebih lama dibandingkan tanaman yang tidak bermikoriza, selain itu tanaman yang bermikoriza akan lebih sedikit kemungkinananya terserang oleh patogen-patogen yang dapat merusak tanaman, akar-akar pendek yang bermikoriza lebih tahan terhadap kekeringan pada musim kemarau dari pada tanaman yang tanpa mikoriza.


a.    Kehadiran mikoriza pada tanah dapat mengakibatkan meningkatnya efisiensi penggunaan air oleh tanaman sehingga pemborosan air tanah dapat dikurangi, disamping itu mikoriza juga dapat meningkatkan nilai tegangan asmotik sel-sel akar tanaman sehingga tanaman dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. 
b.    Inokulasi mikoriza dapat juga memberikan peningkatan pertumbuhan anakan pada tanaman Diterocarpaceae. 
c.    Keberhasilan inokulasi mikoriza dalam menginfeksi tanaman sangat dipengaruhi penempatan mikoriza pada akar tanaman, sebaiknya inokulasi mikoriza harus diberikan disekitar perakaran tanaman sehingga jamur dapat menginfeksi tanaman dengan baik. 
d.    Selain itu respon pertumbuhan tanaman juga tergantung pada jumlah dan kecepatan infeksi dan kolonisasi dari akar tanaman inang oleh jamur mikoriza. 
e.    Tanaman yang bermikoriza dapat meningkatkan serapan air dan hara. Ukuran hifa yang kecil dan lebih halus dari bulu-bulu akar memungkinkan hifa bisa masuk kedalam pori-pori yang paling kecil sehingga hifa bisa menyerap air pada kondisi kadar air yang sangat rendah. Serapan air yang lebih besar oleh tanaman yang bermikoriza juga akan dapat membawa unsure hara yang mudah larut terbawa olah aliran air seperti N,K dan S sehingga serapan unsure tersebut dapat semakin meningkat.
f.     Tanaman yang bermikoriza lebih tahan terhadap kekeringan dari pada tanaman yang tidak bermikoriza, akar tanaman yang bernikoriza akan lebih cepat kembali pulih setelah periode kekurangan air. Hal ini disebabkan hifa cendawan mampu menyerap air pada pori-pori tanah dan penyebaranhifa di dalam tanah sangat luas sehingga dapat mengambil air relative lebih banyak. Beberapa dugaan tanaman yang bermikoriza lebih tahan kekeringan antara lain adalah dengan adanya mikoriza menyebabkan resistensi terhadap kekeringan meningkat 
g.    Asosiasi simbiotik antara jamur dengan akar tanaman yang membentuk jalinan interaksi yang kompleks dikenal dengan mikoriza yang secara harfiah berarti “akar jamur”. 
h.    Secara umum mikoriza di daerah tropika tergolong didalam dua tipe yaitu: 

1)                  Mikoriza Vesikular-Arbuskular (MVA)/Endomikoriza 
2)                  Vesikular-Arbuskular Mikoriza (VAM)/Ektomikoriza. 



F.     Manfaat dan Peranan Jamur Bagi Kehidupan Manusia

1. Peranan Jamur yang Menguntungkan
Dalam kehidupan kita, jamur yang memiliki berbagai manfaat, diantaranya di bidang industri makanan dan minuman, dibidang kedokteran maupun bidang pertanian. Berikut ini tabel dari macam-macam jamur serta peran mereka yang menguntungkan.

No
Nama Jamur
Manfaat
1
Rhizophus oryzae, Rhizophus oligosporus.
Sebagai bahan baku dalam pembuatan tempe.
2
Aspergillus wentii.
Sebagai bahan dalam pembuatan kecap dan tauco.
3
Aspergillus oryzae.
Sebagai bahan dalam pembuatan sake.
4
Aspergillus niger.
Menghasilkan enzim penjernih minuman anggur.
5
Penicillum roqueforti, Penicillum camemberti.
Membuat susu.
6
Penicillum notatum, Penicillum chrysogenum.
Membuat antibiotik penisilin.
7
Ganoderma.
Sebagai makanan suplemen dan obat-obatan.
8
Lichen.
Untuk membuat kertas lakmus.
9
Mucor mucedo.
Mengurai kotoran.
10
Trichoderma sp.
Mempercepat penguraian selulosa karena dapat menghasilkan enzim selulase.
11
Sarcoscypha coccinea.
Sebagai obat.
12
Lentinula edodes (jamur shitake)
Untuk dikonsumsi.
13
Jamur Maitake
Sebagai campuran sop atau ditumis.
14
Agaricus bisporus (jamur champignon)
Bergizi tinggi untuk dimakan.
15
Mucor racemosus, Actinomucor elegans.
Untuk membuat sufu (tofu fermentasi).
16
Saccharomyces tuac.
Minuman tuak.
17
Saccharomyces ellipsoideus.
Minuman anggur.
18
Semua jamur saproda (pengurai)
Pengurai sampah dan bangkai, membantu tumbuhan untuk mendapatkan zat anorganik..
19
Arthrobotrys.
Membunuh cacing Nematoda.

2.   Peranan Jamur yang Merugikan
Beberapa jenis jamur dapat merugikan manusia, misalnya jamur yang bersifat patogen atau menimbulkan penyakit, merusak tanaman budidaya sehingga menggagalkan panen, dan membusukkan bahan makanan. Berikut ini tabel dari macam-macam jamur serta peran mereka yang merugikan.

No
Nama Jamur
Kerugian/Penyakit yang ditimbulkan
1
Rhizopus stolonifer.
Menyebabkan roti basi dan membusuk.
2
Rhizopus nigricans.
Menyebabkan pembusukan.
3
Aspergillus fumigatus.
Penyebab penyakit saluran pernapasan dan paru-paru.
4
Trichophyton tonsurans.
Penyakit tinea kopitis yang menyebabkan gatal, ketombe, dan rambut mudah patah.
5
Blastomyces brasiliensis.
Penyebab penyakit athlete’s foot.
6
Ustatilago maydis.
Penyebab blastomikosis (infeksi kulit, paru-paru dan hati).
7
Puccinia arachidis.
Penyakit pada tanaman kacang.
8
Puccinia graminis.
Jamur karat pada tanaman jagung, dan gandum.
9
Epidermophyton floccosum.
Menginfeksi kulit dan kuku.
10
Malassezia furfur.
Penyakit tinea versicolor pada kulit.
11
Microsporum sp.
Rambut tampak mengalami fluoresensi hijau muda.
12
Lichen.
Melapukkan batu candi atau bangunan.
G.   Berbagai Penyakit Yang Disebabkan Oleh Jamur Pada Manusia

Jamur mampu menyebabkan penyakit pada manusia. Penyakit yang disebabkan oleh jamur pada manusia umumnya disebut dengan nama mikosis. Mikosis sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu mikosis superficial serta mikosis sistemik. Mikosis superficial merupakan serangan jamur yang terjadi pada bagian kulit, kuku serta rambut, yang umumnya disebabkan oleh jamur Trycophyton, Microsporum, serta Epidermophyton. Sedangkan mikosis sistemik merupakan serangan jamur yang terjadi pada bagian dalam tubuh, seperti jaringan sub-kutan, ginjal, paru-paru, mukosa mulut, jantung serta vagina.

Berbagai penyakit yang disebabkan oleh jamur pada manusia, meliputi:

1.      Tinea capitis

Tinea capitis merupakan infeksi jamur yang umumnya menyerang bagian kulit kepala serta rambut. Tinea capitis disebabkan oleh adanya serangan jamur Mycrosporum serta Trichophyton. Gejala dari tinea capitis, meliputi kulit kepala terasagatal, rambut tampak kusam serta mudah patah. Penyakit ini ditularkan melalui pemakaian sisir serta gunting rambut. Infeksi yang berat dapat menyebabkan edematous serta bernanah.

2.      Maduromycosis

Maduromycosis dikenal dengan nama penyakit kaki atlet, karena penyakit ini umumnya terjadi pada bagian kaki seorang atlet atau olahragawan yang sering dalam keadaan lembab. Maduromycosis disebabkan oleh jamur Allescheris boydii, Cephalosporium falciforme, Madurella mycetomi serta Madurella grisea.
Gejalanya akan timbul rasa gatal yang panas, kulit mengelupas, mudah lecet dan luka serta menimbulkan bau yang tidak sedap. Penyakit ini dapat menular jika anda berjalan tanpa alas kaki di daerah yang telah terkontaminasi jamur penyebab penyakit.

3.      Coccidioidomycosis

Penyakit ini termasuk jenis mikosis sistemik yang mampu menjangkau paru-paru dan disebabkan oleh jamur Coccidioides immitis. Gejalanya hampir mirip dengan pneumonia, batuk yang terkadang disertai dan tidak disertai dengan dahak.
Jamur Coccidioides immitis mampu terbang di udara. Penyakit ini ditularkan lewat udara yang sudah terkontaminasi dengan jamur yang terhirup.


4.      Sporotrichosis

Penyakit ini perupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur Sporotrichum schenckii. Gejalanya akan timbul semacam benjolan di bagian bawah kulit yang nantinya akan membesar dan menjadi radang. Kemudian jaringan tersebut akan mengalami kematian sehingga membentuk ulcus. Benjolan juga akan terbentuk di sepanjang jaringan limpa. Jamur ini ditularkan melalui kontak langsung terhadap orang yang mengidap penyakit sporotrichosis atau karena menggunakan pakaian maupun handuk seseorang yang mengidap penyakit sporotrichosis.


5.      Otomycosis

Merupakan mikosis superficial yang menyerang bagian kulit dalam lubang telinga. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Epidermophyton floccosum serta tricophyton sp. Kulit di lubang telinga dan sekitarnya akan menimbulkan rasa gatal yang disertai dengan rasa sakit. Nantinya akan menyebabkan keluarnya cairan berupa nanah dari dalam lubang telinga. Penyakit ini ditularkan bila bersentuhan maupun terkena nanah dari kulit yang mengandung jamur.

6.      Nocardiosis
Merupakan penyakit yang menyerang jaringan subkutan yang nantinya akan menimbulkan pembengkakan pada jaringan yang terkena, dan nantinya akan menimbulkan lubang-lubang kecil yang mengeluarkan nanah. Nocardiosis disebabkan oleh jamur Nocardia asteroids. Penyakit ini ditularkan dengan adanya kontak secara langsung maupun terkena nanah dari kulit yang terserang jamur.

7.      Panu

Panu ditandai dengan adanya bercak-bercak pada bagian kulit yang disertai dengan rasa gatal ketika sedang berkeringat. Bercak-bercak dikulit bisa berwarna merah, putih maupun coklat, tergantung dari warna kulit si pengidap. Panu disebabkan oleh jamur Malassezia furfur. Penyakit panu ditularkan belalui sentuhan atau kontak langsung dengan si pengidap maupun penggunaan pakaian atau handuk yang sudah dipakai si pengidap.

8.      Blastomikosis

Penyakit ini ditandai dengan adanya lesi pada kulit yang tidak sembuh-sembuh, lesi tulang yang sering kali tidak disertai dengan rasa sakit serta gejala-gejala yang berkaitan dengan system urogenital.
Penyakit ini disebabkan oleh jamur Blastomyces dermatitidis. Jamur Blastomyces dermatitidis banyak ditemukan di tanayh yang banyak mengandung sisa-sisa bahan organic serta kotoran hewan. Jamur ini snagat kecil sekali sehingga mudah sekali terhirup oleh manusia. Setelah masuk ke dlaam tubuh manusia, jamur ini akan menyebar ke seluruh tubuh melalui system limpa maupun aliran darah.
9.      Tinea favosa

Penyakit ini ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada bagian kulit kepala yang nantinya akan membesar dan membentuk kerak yang berwarna kekuningan. Kerak ini lengket sekali dan bila diangkat akan menimbulkan luka basah maupun bernanah.
Tinea favosa disebabkan oleh jamur Tricophyton schoenleinii. Penyakit ini dapat menginfeksi kulit kepala, kulit tubuh yang tidak berambut serta kuku. Penularan dari penyakit ini melalui penggunaan pakaian maupun handuk dari si pengidap.

10.  Tinea barbae

Penyakit ini merupakan infeksi jamur yang biasanya menyerang daerah kulit yang ditutupi oleh jenggot, kulit leher, rambut serta folikel rambut. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Tricophyton mentagrophytes, Tricophyton violaceum, serta Microsporum cranis.

11.  Tinea cruris

Merupakan infeksi jamur superficial yang sering kali terjadi di paha bagian atas sebelah dalam. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Epidermophyton floccosum atau Trichophyton sp. Pada kasus yang berat, jamur dapat menyerang bagian kulit di sekitar paha.

12.  Infeksi candida

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Candida albicans. Penyakit ini merupakan mikosis yang menyerang kulit, kuku maupun organ tubuh, seperti jantung, paru-paru, selaput lendir serta vagina. Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit di pengidap.
13.  Tinea circinata atau tinea corporis

Penyakit ini disebut juga dengan nama kurap. Disebabkan oleh jamur Corporis trichopyton. Penyakit ini perupakan mikosis superficial yang berbentuk bulat seperti cincin, disertai dengan rasa gatal pada bagian tersebut. Penyakit ini ditularkan melalui kontak secara langsung maupun tidak langsung. Hewan, pakaian maupun furniture juga dapat menularkan penyakit ini.

BAB III
PENUTUP




A.          KESIMPULAN

Jadi Fungi (jamur) merupakan organisme eukariotik yang bersel tunggal atau banyak dengan tidak memiliki klorofil. Sel jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin. Jamur dipisahkan dalam kingdomnya tesendiriKarena sifat-sifatnya tersebut dalam klasifikasi makhluk hidup, jamur tidak termasuk dalam kindom protista,plantae ataupun monera. Karena jamur tidak berklorofil, maka jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (memperoleh makanan dari organisme lainnya), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan menguraikan bahan-bahan organik yang ada di lingkungannya. karena umumnya jamur hidup secara saprofit (hidup dengan mengurai sampah organik, seperti bangkai menjadi bahan anorganik). Ada juga jamur yang hidup secara parasit (memperoleh bahan organik dari inangnya), namun adapula yang hidup dengan cara simbiosis mutualisme (yaitu hidup dengan organisme lain agar sama-sama mendapatkan untung).

 melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan kuncup atau tunas pada jamur uniseluler serta pemutusan benang hifa (fragmentasi miselium) dan pembentukan spora aseksual (spora vegetatif) pada fungi multiseluler. Reproduksi jamur secara seksual dilakukan oleh spora seksual. Spora seksual dihasilkan secara singami. Singgami terdiri dari dua tahap, yaitu tahap plasmogami dan tahap kariogami.

B.           SARAN

Makalah ini merupakan resume dari berbagai sumber, untuk lebih mendalami isi makalah dapat dibaca dalam website rujukan yang tercantum dalam daftar pustaka. Selanjutnya, penulis menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada pembaca apabila terdapat kesalahan dalam penulisan atau pun kekeliruan dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu, saran dan kritikan dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, semoga makalah ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita terutama mengenai Fungi.







 Download full gambar disini



Komentar